Lelaki dicipta selembut jiwanya
Dan senyumnya yang lulus dari prasangka
Laku alun arjuna penuh pesona
Lelaki ini milik siapa?
Ia hadir dalam batas malam
Sebentar lagi subuh entaskan mimpi
Berganti kenyataan dan wajah yang tak lagi berpapasan
Seperti saat kutatap mata itu
Kutemukan pahit manisnya cecap ciuman
Manusia hanya bisa menebak, tapi bukannya meramal nasib
Tuhan jadikan sesuatu dengan tujuan
Selagi yang nyata belum tersampaikan
Dalam otakku untuk tuntaskan pengertian
Halalkah menikmati kemesraan yang datang?
Inikah kenyataan yang bingung
Menetapkan beberapa hal mulai limbung
Lelaki dipersuakan sejingga dia
Bolehkah aku mencinta?
(Paradigma Baru-Page 63)
No comments:
Post a Comment